Minggu, 22 Februari 2015

Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Alhamdulillah bulsn Juli 2014 lalu, Alirsyad Girls Club dengan bantuan dari PB Wanita Aliesyad, para donatur dan panitia telah mengadakan buka puasa bersama dan santunan anak yatim, berikut foto kegiatan kami.

Alirsyad Girls Club : "Ya Allah, aku jatuh cinta karena Mu"

Berikut adalah foto kegiatan pelaksanaan AGC 22 Februari 2015, bertemakan "Ya Allah, aku jatuh cinta karena Mu", dengan pembicara Miftahul Hidayah dari Yayasan Kita dan Buah Hati, yang ditambah dengan bedah buku "Udah, Putusin Aja!" Karya Felix Siaw, oleh Fitriyah Ahmad dan Games Boardgame "Stairway to Heaven".

"Menjadi lebih smart daripada Smart Phone"

Alhamdulillah muncul di koran Republika edisi Jumat, 6 Februari 2015

"Dakwah adalah jalan hidup"

Alhamdulillah ketua kami, ibu Fahimah Askar, SE muncul di koran Republika edisi Jumat, 30 Januari 2015

Waspadai Dampak Negatif Media Sosial dan Gadget Bagi Anak

03 Pebruari 2015 17:42 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggunaan media sosial di kalangan remaja bahkan siswa SD hingga SMA dinilai pakar komunikasi dan motivator, Dr Leila Mona Ganiem, sudah mengkhawatirkan. Apalagi, perkembangan media sosial seperti twitter maupun facebook didukung dengan meningkatkanya jumlah produk gadget dengan berbagai jenis dan model. Bahkan harganya terjangkau. 

Maka itu, dia menyarankan kepada para orang tua untuk mewaspadai penggunaan negatif media sosial, terutama di gadget. "Banyak dampak negatif penggunaan media sosial," ujar Leila pada seminar “Smart With Gadget” yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar (PB) Wanita Al-Irsyad di aula Masjid Abu Bakar Jakarta, Sabtu (31/1) siang. Pembicara lain adalah pakar kesehatan mata dr. Nelani Samsudin, Sp.M. dan Redaktur Media Sosial Republika Online (RoL) Zaky Al Hamzah. Acara ini dihadiri sekitar 150 orang.

Leila yang juga pemerhati gadget pada usia sekolah menjelaskan, dampak negatif itu di antaranya sifat sosial yang semakin berkurang bagi anak sekolah maupun pelajar. Kedua, semakin jarangnya komunikasi tatap muka secara langsung dengan sesama, terutama dengan kedua orang tua atau saudara/kerabat. “Akan terjadi sosialisi semu dan banyak teman memang, tapi sendirian,” ujarnya.

Bahkan, sambung dia, pengguna gadget yang sudah ketagihan (gadget freak) akan sulit lepas dari gadget setiap waktu, terutama karena permainan game. Padahal, kata dia, beberapa permainan game di sejumlah aplikasi Android, iOS maupun Windows Phone dapat memicu perilaku agresif dan sadistis. “Lebih berbahaya lagi, banyaknya informasi buruk hingga pornografi secara leluasa masuk ke alat komunikasi genggam yang dipegang anak-anak,” paparnya. 

Meski demikian, kata Leila, penggunaan gadget atau media sosial juga memiliki aspek manfaat. Seperti mempermudah dan mempercepat komunikasi, informasi dan transaksi. n zak

Red: Zaky Al Hamzah

Sumber : http://m.republika.co.id/berita/koran/khazanah-koran/15/02/03/nj6z3d-waspadai-dampak-negatif-media-sosial-dan-gadget-bagi-anak

Penggunaan Gadget Berlebihan Bisa Rusak Mata Anak

03 Pebruari 2015 19:32 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sering melihat anak-anak SD sudah menggunakan kacamata berlensa tebal? Fenomena ini sungguh mengkhawatirkan karena mereka adalah generasi yang akan memegang kendali negeri ini.

Pakar kesehatan mata, dr. Nelani Samsudin, Sp.M. memotret fenomena tersebut. Dia mengatakan, penggunaan gadget yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan mata akibat komputer atau disebut Computer Vision Syndrome (CVS). “Ini merupakan gangguan pada mata akibat pemusatan penglihatan pada layar komputer atau gadget secara terus-menerus dalam jangka waktu lama,” ujar Nelani pada seminar “Smart With Gadget” yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar (PB) Wanita Al-Irsyad di aula Masjid Abu Bakar Jakarta, Sabtu (31/1) siang. Pembicara lain adalah pakar komunikasi dan motivator, Dr Leila Mona Ganiem, dan Redaktur Media Sosial Republika Online (RoL), Zaky Al Hamzah. Acara ini dihadiri sekitar 160 orang lebih.

Sesi pembicara terakhir adalah Didi Widiatmoko, atau dikenal sebagai Didi Petet. Aktor terkenal Indonesia ini mengatakan, status yang ditulis pengguna gadget di media sosial menunjukkan kepribadian seseorang. “Status di media sosial yang kita tuangkan di media sosial itu sebenarnya menunjukkan kepribadian dan akhlak, bisa dilihat dari teman-teman di groupnya siapa saja, apa komen-komennya, itulah kepribadiannya,” ujarnya.

Acara full day seminar tersebut hasil kerja sama Organisasi Wanita Al-Irsyad dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Jakarta. Ketua Pelaksana Seminar, Luly Larissa mengatakan, tujuan seminar itu adalah memberikan pencerahan dan wawasan bagaimana generasi saat ini dapat mengantisipasi dampak negatif teknologi informasi gadget atau alat komunikasi elektronik praktis. “Terutama di kalangan anak-anak, baik dari sisi penggunaan maupun pemilihan isi konten di dalam gadget tersebut,” papar Luly.

Menurutnya, para pengguna gadget, terutama dari kalangan anak-anak, hampir menggunakan gadget tiap jam. Padahal, penggunaan gadget berlebihan bisa menimbulkan dampat negatif, seperti dari sisi kesehatan mata, telinga, badan, dan perilaku sosial.

Sementara itu, Ketua Umum Wanita Al-Irsyad, Fathimah Askar menambahkan, kegiatan Wanita Al-Irsyad sejenis seminar merupakan bagian dari kepedulian terhadap problematika umat terutama kalangan wanita dan anak-anak.

Acara seminar terselenggara atas dukungan media partner, antara lain Harian Republika, Republika Online (ROL) dan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency), yang secara online 24 jam terbit dalam tiga bahasa (Indonesia, Arab dan Inggris). n

Red: Zaky Al Hamzah

Sumber : http://m.republika.co.id/berita/koran/khazanah-koran/15/02/03/nj71np-penggunaan-gadget-berlebihan-bisa-rusak-mata-anak

Kemudahan Teknologi Informasi Bisa Buat Anak tak Tahan Banting

03 Pebruari 2015 18:15 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dibalik sejumlah manfaat penggunaan teknologi informasi di era digital saat ini ada sisi negatif yang harus diwaspadai bagi orang tua. Redaktur Media Sosial Republika Online (RoL), Zaky Al Hamzah mengingatkan, ada sejumlah masalah yang kemajuan teknologi berpotensi negatif mendorong anak untuk menjalin relasi secara dangkal dan menjadi generasi yang cenderung tidak tahan dengan kesulitan alias tidak tahan banting dengan masalah-masalah kehidupan.

Karena kemudahan informasi yang ada di internet meski masih diragukan keakurasian dan kevalidan data informasi tersebut, ujar Zaky, membuat anak merasa cepat puas dengan informasi tersebut. "Sehingga apa yang dibacanya di internet adalah pengetahuan yang terlengkap dan final," ujarnya pada seminar “Smart With Gadget” yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar (PB) Wanita Al-Irsyad di aula Masjid Abu Bakar Jakarta, Sabtu (31/1) siang. Pembicara lain adalah pakar komunikasi dan motivator, Dr Leila Mona Ganiem, dan pakar kesehatan mata dr. Nelani Samsudin, Sp.M. Acara ini dihadiri sekitar 150 orang.

Selain itu, Zaky melanjutkan, dampak lain negatif pada penggunaan gadget yang berlebihan dapat menurunkan daya konsentrasi si anak, penurunan kemampuan bersosialisasi eksternal maupun internal, serta melemahkan kemampuan menganalisis permasalahan.

Si anak yang keranjingan bermain game online maupun berselancar di internet tanpa dibatasi, akan cenderung malas menulis dan membaca.

Karena itu, mantan redaktur Ekonomi dan Bisnis Koran Republika ini menyarankan kepada orang tua untuk mengarahkan anak-anaknya bergabung dan mengembangkan grup-grup media sosial yang membawa berita atau konten yang bermanfaat atau bernuansa Islami seperti di WhatsApp (WA), BBM, LINE maupun aplikasi grup lain, seperti grup Pejuang Subuh, grup Tahajud, grup One Day One Juz (ODOJ). "Grup-grup ini saya ikuti dan bermanfaat untuk saling memberi nasehat antar sesama anggota," ujar Zaky yang juga penulis buku.

Seminar tersebut hasil kerjasama Organisasi Wanita Al-Irsyad dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Jakarta. Acara seminar ini terselenggara atas dukungan media partner, antara lain Harian Republika, Republika Online (ROL), dan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency), yang secara online 24 jam terbit dalam tiga bahasa (Indonesia, Arab dan Inggris). n

Red: Zaky Al Hamzah

Sumber : http://m.republika.co.id/berita/koran/khazanah-koran/15/02/03/nj6zyy-kemudahan-teknologi-informasi-bisa-buat-anak-tak-tahan-banting